EBS Reportase 8 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan QRIS dan Bank Digital, Perkuat Pengelolaan Keuangan UMKM di Kelurahan Bonto Atu

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Digitalisasi Keuangan di Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, pada Senin–Minggu (29/6–5/7). Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital sekaligus mendorong pelaku usaha mikro memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usahanya melalui pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan layanan bank digital.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya pemanfaatan layanan pembayaran digital dan perbankan digital di kalangan pelaku usaha di Kelurahan Bonto Atu. Seiring berkembangnya sistem pembayaran digital di Indonesia, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya teknologi keuangan sebagai sarana transaksi yang praktis, aman, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing usaha.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dalam sesi tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai manfaat penggunaan QRIS, mulai dari mempercepat transaksi non-tunai, mengurangi risiko kehilangan uang tunai, memudahkan pencatatan penjualan, hingga meningkatkan kenyamanan konsumen dalam bertransaksi. Materi disampaikan melalui pemaparan dan diskusi interaktif sehingga para pedagang dapat memahami cara kerja serta manfaat QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Setelah kegiatan sosialisasi, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pedagang yang belum memiliki QRIS. Proses pendampingan dilakukan mulai dari pendaftaran, verifikasi data, hingga penerbitan QRIS. Selanjutnya, kode QRIS yang telah aktif dicetak dan diserahkan kepada masing-masing pedagang agar dapat langsung dipasang dan digunakan sebagai metode pembayaran digital. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelaku usaha yang menerima transaksi secara non-tunai.

Selain memperkenalkan QRIS, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan Bank Jago sebagai salah satu layanan bank digital yang dapat mendukung pengelolaan keuangan usaha. Peserta dibimbing membuat akun serta mempelajari berbagai fitur yang tersedia, seperti penyimpanan dana, transfer, pengaturan kantong keuangan (pockets), dan transaksi digital. Pendampingan ini bertujuan membantu pelaku usaha memisahkan keuangan pribadi dan usaha sehingga pengelolaan arus kas dapat dilakukan secara lebih tertata.

Antusiasme pelaku usaha terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan pendampingan dan berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam penggunaan layanan keuangan digital. Respons positif tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi di sektor keuangan.

Melalui program Digitalisasi Keuangan ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap pelaku usaha di Kelurahan Bonto Atu mampu memanfaatkan QRIS dan layanan bank digital secara berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperbaiki pengelolaan keuangan usaha, serta memperluas peluang pengembangan bisnis. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan daya saing UMKM, Tujuan 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan inovasi teknologi digital, serta Tujuan 10 (Reduced Inequalities) dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10