EBS Reportase 15 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Rocket Stove sebagai Alternatif Pembakaran Minim Polusi di Desa Sereang

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Muh. Asnawi, melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi dan pembuatan Rocket Stove sebagai upaya mewujudkan pembakaran minim polusi di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Jumat (7/8). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam menghadirkan alternatif pengelolaan sampah sekaligus mengurangi dampak pembakaran terbuka terhadap lingkungan.

Program kerja tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah di Desa Sereang yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang memadai. Keterbatasan fasilitas pembuangan dan pengolahan sampah menyebabkan sebagian masyarakat masih melakukan pembakaran secara terbuka. Kondisi tersebut berpotensi menghasilkan asap serta meningkatkan risiko pencemaran udara dan menurunkan kualitas lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Muh. Asnawi selaku penanggung jawab program memperkenalkan Rocket Stove, yaitu tungku yang memanfaatkan sistem aliran udara untuk mendukung proses pembakaran yang lebih sempurna. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alternatif pembakaran yang diharapkan dapat menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka. Program ini turut mendapat arahan dan pendampingan dari DPK Rastiawaty, S.H., M.H.

Selain sosialisasi mengenai prinsip kerja Rocket Stove, masyarakat juga diperkenalkan pada bahan dan peralatan yang dapat digunakan dalam pembuatannya, seperti hebel, perekat hebel, gergaji, meteran, waterpass, ember, sendok semen, gerinda besi, dan sekop. Pengenalan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai kebutuhan dasar dalam membuat dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.

Muh. Asnawi menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat dalam menghadapi permasalahan sampah. “Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan teknologi pembakaran yang lebih efisien dan minim polusi sekaligus memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah di Desa Sereang,” ujarnya.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari Bukhari, selaku Sekretaris Desa Sereang. “Sosialisasi terkait pembuatan Rocket Stove ini sangat membantu menyelesaikan masalah sampah yang menumpuk di Desa Sereang agar pencemaran udara, pencemaran air, serta penurunan kualitas lingkungan dapat teratasi. Kami berharap masyarakat dapat memahami dan menerapkan teknologi ini secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Good Health and Well-being melalui upaya mengurangi paparan asap, SDGs 7: Affordable and Clean Energy melalui pengenalan teknologi pembakaran yang lebih efisien, serta SDGs 13: Climate Action melalui upaya mengurangi emisi dan penggunaan bahan bakar dibandingkan pembakaran konvensional.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat Desa Sereang dapat memahami manfaat dan cara kerja Rocket Stove, serta memiliki pengetahuan untuk membuat dan menggunakannya secara tepat. Penerapan teknologi sederhana ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap alternatif pembakaran yang lebih efisien sekaligus mendukung upaya menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10