EBS Reportase 2 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unhas Terapkan Sistem Wick sebagai Metode Budidaya Hidroponik di Green House Desa Bonto-Bontoa

Makassar, EBS FM Unhas β€” Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi budidaya hidroponik sistem wick kepada kelompok tani di Kantor Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Jumat (31/7). Program yang diinisiasi oleh Andi Baso Rahuna Putra Syafti, mahasiswa Program Studi Agribisnis, ini bertujuan memperkenalkan teknologi budidaya hidroponik sederhana sebagai alternatif bercocok tanam yang efisien, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tema KKN Pertanian dan Teknologi Tepat Guna yang berfokus pada penerapan inovasi pertanian sesuai kebutuhan masyarakat desa. Sistem wick dipilih karena merupakan metode hidroponik yang sederhana dengan memanfaatkan sumbu sebagai media penyalur larutan nutrisi dari bak penampung ke akar tanaman. Selain mudah dibuat menggunakan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat, metode ini juga dapat diterapkan pada lahan pekarangan yang terbatas sehingga berpotensi mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai konsep dasar hidroponik, prinsip kerja sistem wick, alat dan bahan yang diperlukan, serta tahapan pembuatan instalasi hingga teknik perawatan tanaman. Penyampaian materi dikemas secara sederhana agar mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar belum pernah menerapkan budidaya hidroponik. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai jenis tanaman yang sesuai dibudidayakan menggunakan sistem wick serta manfaat ekonominya apabila dikembangkan secara berkelanjutan.

Andi Baso Rahuna Putra Syafti, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa teknologi tepat guna dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. β€œMelalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa teknologi tepat guna tidak harus rumit atau mahal. Dengan bahan-bahan sederhana, masyarakat sudah bisa mulai bercocok tanam secara hidroponik melalui sistem wick sehingga dapat menjadi alternatif budidaya yang mudah diterapkan di lingkungan rumah,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya hidroponik, jenis tanaman yang sesuai, perawatan tanaman, hingga peluang pengembangannya sebagai sumber pendapatan tambahan bagi kelompok tani. Interaksi tersebut memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam mendorong penerapan inovasi pertanian berbasis teknologi tepat guna di Desa Bonto-Bontoa.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap kelompok tani Desa Bonto-Bontoa mampu mengembangkan budidaya hidroponik sistem wick secara mandiri dan berkelanjutan. Selain mendukung pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga serta membuka peluang usaha baru di bidang pertanian modern. Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 2: Zero Hunger melalui peningkatan produktivitas pertanian, serta Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui penerapan teknologi pertanian yang efisien dan berkelanjutan.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10