Produksi Silase Pakan Fermentasi, Upaya Mahasiswa KKN Unhas Dukung Ketersediaan Pakan Ternak di Desa Rappoa

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Produksi Silase Pakan Fermentasi sebagai Upaya Penyediaan Pakan Ternak Berkualitas dan Tahan Simpan” di Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (28/7). Program yang diinisiasi oleh Ainur Aizura, mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah jerami padi menjadi silase sebagai pakan ternak yang berkualitas dan tahan simpan.
Program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya jerami padi di Desa Rappoa setelah musim panen yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar jerami hanya ditumpuk, dibakar, atau langsung diberikan kepada ternak tanpa melalui proses pengolahan, sehingga potensi nutrisinya belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, peternak kerap mengalami keterbatasan hijauan pakan, terutama saat musim tanam. Melalui pembuatan silase, jerami padi dapat diolah menjadi cadangan pakan berkualitas yang tersedia sepanjang tahun.
Dalam pelaksanaan program, Ainur Aizura menyusun Buku Panduan Pembuatan Silase sebagai media edukasi yang memuat informasi mengenai pengertian silase, manfaat pemanfaatan jerami padi, kandungan nutrisi, hingga tahapan pembuatan silase yang sederhana dan mudah diterapkan masyarakat. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan dan pendampingan kepada peternak mengenai proses pembuatan silase, mulai dari persiapan bahan, fermentasi secara anaerob, teknik penyimpanan, hingga ciri-ciri silase yang berkualitas baik.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai manfaat silase dalam meningkatkan kualitas nutrisi, daya cerna, dan daya simpan pakan ternak. Pemanfaatan jerami padi sebagai bahan baku utama diharapkan mampu mengurangi limbah pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi peternak melalui penyediaan pakan alternatif yang lebih efisien dan ekonomis.
“Jerami padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi silase sebagai cadangan pakan ternak yang berkualitas, tahan disimpan dalam waktu lama, serta membantu peternak menghadapi keterbatasan hijauan pada musim tanam. Harapannya, pembuatan silase ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Rappoa,” ujar Ainur Aizura, mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Pemanfaatan limbah pertanian menjadi silase diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mendukung ketersediaan pakan ternak di Desa Rappoa. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 2: Zero Hunger, Goal 12: Responsible Consumption and Production, dan Goal 15: Life on Land melalui optimalisasi limbah pertanian, peningkatan produktivitas peternakan, serta penerapan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM