Student Center 5 Oktober 2026

Tudang Sipulung 2026, Dorong Anak Muda Makassar Kawal Kebijakan Kota

Makassar, EBS FM Unhas – Bijak Memantau melalui program Kampus Bijak menggelar Tudang Sipulung bertajuk “Kota Terus Bergerak, Warga dan Lingkungan Jangan Dikorbankan” di Rumata’ Artspace, Sabtu–Minggu (3–4/10). Kegiatan yang diikuti oleh para pelajar di Kota Makassar ini menjadi ruang belajar, diskusi, dan ekspresi bagi generasi muda untuk memahami persoalan lingkungan dan kebijakan publik di Kota Makassar. 

Tudang Sipulung diselenggarakan dalam format diskusi, berkelompok, refleksi, hingga kreativitas, yang mengangkat isu lingkungan menggunakan pendekatan politik dan literasi informasi. Peserta diajak untuk melihat bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kesadaran masyarakat, tetapi juga dengan bagaimana kebijakan dirumuskan, dijalankan, serta berdampak terhadap kehidupan warga. Melalui kegiatan ini, peserta juga didorong untuk mampu membaca informasi secara kritis dan memahami berbagai kepentingan yang berada di balik suatu kebijakan.

Pada hari pertama, dilaksanakan Kelas Bijak I bertajuk “Politik itu dekat: siapa yang mengelola lingkungan kita?” bersama Dekan FISIP Unhas, Prof. Phil Sukri. Ia membahas konsep social contract serta hubungan antara keputusan politik dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat, dan masyarakat memiliki ruang untuk memantau, mengevaluasi, serta mengkritisi kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, dalam hal ini persoalan lingkungan dan transportasi publik di Makassar. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui Kelas Bijak II bertajuk “Datanya enggak pernah bohong, tapi buzzernya bisa” bersama Abdul Salam Saputra, Co-Founder Clashmate.id. Ia mengajak peserta untuk memahami media sosial sebagai ruang politik baru yang memungkinkan masyarakat menyampaikan pandangan, sekaligus menghadapi risiko hoaks dan bias informasi. Kak Salam juga menekankan pentingnya memahami persoalan yang hendak diselesaikan melalui suatu kebijakan serta menilai apakah kebijakan tersebut benar-benar menjawab masalah yang ada.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti forum group discussion dengan format posisi pro dan kontra terhadap suatu isu politik, di mana peserta diberi kesempatan untuk mempertahankan maupun mengubah pandangannya setelah mendengar perspektif kelompok lain. Rangkaian Tudang Sipulung hari pertama juga diisi dengan pemutaran episode dokumenter “Tumbal Sampah” dan body mapping sebagai ruang refleksi peserta terhadap persoalan yang dibahas sepanjang kegiatan.

Pada hari kedua, Tudang Sipulung dilanjutkan oleh talkshow bertajuk “Suara kita dan kebijakan di Kota Makassar: adakah titik temu?” Talkshow ini menghadirkan Naurah Afifah sebagai konten kreator anak muda Makassar, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, serta perwakilan Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan. Forum diskusi ini membahas advokasi anak muda, pengelolaan sampah kota Makassar, penyediaan dan perkembangan transportasi publik bus di kota Makassar. Dalam sesi tersebut, Naurah menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam mengamati pelaksanaan kebijakan melalui pengalaman sehari-hari, khususnya ketika menggunakan transportasi publik. Peserta kemudian mengikuti sesi “Resah dan Rasa” untuk menyampaikan keresahan maupun pandangan mereka terhadap kondisi dan kebijakan di Kota Makassar. Sejumlah peserta turut membahas persoalan kebijakan pemerintah, yang kemudian menjadi bagian dari ruang ekspresi dan refleksi bersama.

Tudang Sipulung 2026 ditutup dengan pertunjukan lagu dan pembacaan puisi yang membawa tema keresahan sekaligus harapan anak muda terhadap kota, serta pameran fotografi, lukisan, puisi, dan karya kreatif peserta. Melalui Tudang Sipulung 2026, Kampus Bijak tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk memahami kebijakan publik secara kritis, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk menyampaikan pengalaman, gagasan, dan aspirasi melalui berbagai bentuk ekspresi.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10