Student Center 19 Juni 2026

Unhas Gandeng PAI dan OJK Dorong Mahasiswa Melek Finansial

Makassar, EBS FM Unhas — Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar seminar keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan” di Auditorium Prof. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Rabu (17/6). Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai literasi keuangan serta pentingnya perencanaan dana pensiun sejak dini.

Dalam sambutannya, Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia, Paul Setio Kartono, menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan dunia yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan mendasar, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas, mengingat semakin berkembangnya sistem pembayaran dan berbagai layanan keuangan digital.

“Memang literasi itu penting karena dunia terus berubah. Kemampuan ini sangat diperlukan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Literasi keuangan merupakan salah satu aspek yang penting karena sistem pembayaran dan berbagai layanan keuangan terus berkembang. Oleh karena itu, kita harus melek finansial,” ujarnya.

Pada sesi keynote speech, perwakilan Persatuan Aktuaris Indonesia, Moch. Muchlasin, membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun. Ia menyoroti fenomena sandwich generation, perubahan struktur penduduk, serta transisi demografi menuju populasi yang semakin menua. Selain itu, ia juga menjelaskan perkembangan kepesertaan dan penyelenggaraan program pensiun di Indonesia sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan demografi tersebut.

Materi berikutnya disampaikan oleh Asisten Direktur Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Adi Sucipto Dwi Prasetyo, yang mengangkat tema “Cerdas di Era Digital dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan peran OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan sekaligus mengingatkan peserta agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal yang masih marak terjadi di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi Standar Praktik Imbalan Kerja dan Dana Pensiun Persatuan Aktuaris Indonesia, Awal P. Kurnianto, membawakan materi bertajuk “Siapa yang Menjamin Dana Pensiun Tetap Aman di Masa Depan?”. Ia menjelaskan bahwa dana pensiun tidak sekadar tabungan, melainkan memerlukan pengelolaan risiko yang matang agar tetap berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menguraikan peran aktuaris sebagai ahli manajemen risiko keuangan yang membantu memastikan keberlangsungan dana pensiun sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, pengelolaan dana pensiun, serta kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan di era digital. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan dengan pengelolaan keuangan yang bijak dan berkelanjutan.

Fadiah Nadhilah Irhad

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10