Gempa M6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Makassar, EBS FM Unhas — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6) pukul 11.27 Wita. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 1,04° LS dan 120,23° BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer. 

Gempa yang tergolong dangkal ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun. Guncangan terkuat dirasakan di Kota Palu dengan intensitas VI–VII MMI dan di Kabupaten Sigi pada skala V–VI MMI. Getaran juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah lain, seperti Mamuju, Mamasa, Pasangkayu, Polewali Mandar, Parepare, Pinrang, hingga beberapa daerah di Provinsi Gorontalo. 

Hingga saat ini, proses pendataan dampak dan kerusakan masih terus dilakukan oleh pihak berwajib.  BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BMKG turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. 

Melani Pratiwi Palajukan


Mubes PUSAKA HTN FH-UH Teguhkan Komitmen Kajian dan Penelitian

Makassar, EBS FM Unhas — Pusat Kajian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (PUSAKA HTN FH-UH) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) dengan mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan dalam Mewujudkan Transformasi Harmonisasi”. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat IKA Hukum Unhas, Sabtu (13/6), ini menjadi forum strategis bagi seluruh anggota untuk melakukan evaluasi organisasi, merumuskan arah gerak kelembagaan, serta mempersiapkan proses regenerasi kepemimpinan yang akan menentukan masa depan organisasi.

Musyawarah Besar merupakan agenda penting yang dilaksanakan sebagai wadah pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi. Selain membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan, forum ini juga menjadi ruang diskusi bagi seluruh anggota untuk menyampaikan gagasan dan pandangan terkait pengembangan organisasi yang lebih progresif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan dihadiri oleh pengurus, anggota, serta Dewan Penasihat Organisasi yang turut memberikan perhatian terhadap keberlangsungan organisasi.

Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada Musyawarah Besar kali ini lahir dari kebutuhan organisasi untuk menghadapi tantangan regenerasi yang semakin kompleks.

“Setiap organisasi pasti akan mengalami peralihan tongkat estafet kepemimpinan. Namun, dalam setiap masa peralihan tersebut selalu terdapat dinamika dan polemik. Oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah transformasi yang mengarah pada organisasi yang dinamis, efektif, serta modern,” ujarnya.

Melalui Musyawarah Besar ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan konstruktif serta kepemimpinan baru yang lebih baik daripada periode sebelumnya, sekaligus mengembalikan marwah organisasi yang berfokus pada pengembangan keilmuan melalui kajian dan penelitian.

Ketua Umum terpilih periode 2026–2027 dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir dari kehendak seorang pemimpin semata, melainkan dari kekuatan kolektif yang menghidupkan organisasi.

“Saya tidak ingin menjadi ketua yang berjalan di depan sendirian. Saya ingin menjadi bagian dari barisan kader yang bergerak bersama,” ujarnya.

Nabila Fatima Azzahrah


Siap Bergema di World Choir Games 2026, PSM Unhas Gelar Digdaya 3

slide-1-1-472x1024 Siap Bergema di World Choir Games 2026, PSM Unhas Gelar Digdaya 3
sumber: dokumentasipribadiebsfmunhas

Makassar, EBS FM Unhas — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Konser Digdaya 3 di Baruga A.P. Pettarani Unhas, Sabtu (13/6). Konser ini menjadi bagian dari persiapan PSM Unhas menuju 14th World Choir Games 2026 yang akan diselenggarakan di Heisenberg, Swedia. Pada kesempatan tersebut, PSM Unhas menampilkan berbagai repertoar bergenre pop, jazz, folklore, dan a cappella di hadapan sivitas akademika, alumni, keluarga anggota paduan suara, serta masyarakat umum.

Ketua Tim Keberangkatan PSM Unhas, Eka Sastra, mengatakan musik memiliki peran penting dalam menyatukan berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Menurutnya, musik mampu menjadi jembatan yang menghubungkan beragam latar belakang etnik, agama, suku, dan budaya.

“Kita disatukan oleh musik. Maka dari itu, perjalanan kami menuju Swedia masih panjang. Kami membutuhkan doa, dukungan, dan partisipasi agar dapat memberikan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, menegaskan bahwa kampus akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang. Ia menilai kegiatan seperti Digdaya 3 menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa Unhas dalam menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional maupun internasional.

“Ke mana pun mahasiswa pergi akan kami dukung, namun dengan cara-cara yang elegan, cerdas, dan terdidik. Saat ini hal tersebut telah terbukti melalui Digdaya 3,” ungkapnya.

PSM Unhas juga menghadirkan musisi sekaligus Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, serta FSD UNM Orchestra sebagai bintang tamu dalam Konser Digdaya 3. Kehadiran keduanya turut menyemarakkan jalannya acara dan mendapat sambutan antusias dari para penonton yang memadati Baruga A.P. Pettarani Unhas.

Selain menjadi ajang unjuk kemampuan dan persiapan menuju kompetisi internasional, Konser Digdaya 3 juga menjadi wadah mempererat hubungan antara anggota PSM Unhas dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, PSM Unhas berharap dapat memperoleh dukungan yang lebih luas dalam mengharumkan nama Unhas dan Indonesia pada ajang World Choir Games 2026 di Swedia.

Nabila Fatimah Azzahra


Unhas dan CSIS Gelar Seminar Publik Bahas Dekarbonisasi Industri Baterai dan EV

Slide-1-seminar-publik-1024x576 Unhas dan CSIS Gelar Seminar Publik Bahas Dekarbonisasi Industri Baterai dan EV
sumber: dokumentasipribadiebsfmunhas

Makassar, EBS FM Unhas — Departemen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia menggelar seminar publik bertema “Membangun Dekarbonisasi pada Rantai Pasok Industri Baterai dan EV demi Menjaga Daya Saing dan Komitmen Lingkungan Indonesia” di Gedung Ipteks Unhas, Selasa (9/6). Seminar ini menghadirkan Bupati Morowali Utara, Peneliti CSIS Indonesia, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unhas, serta perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan, dan diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta peserta dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Unhas, Prof. Sumbangan Baja, menyampaikan bahwa isu baterai dan kendaraan listrik menjadi perhatian penting di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, Unhas tidak hanya mendorong pengembangan riset terkait baterai dan kelistrikan melalui berbagai pusat penelitian, tetapi juga terlibat dalam pengembangan kendaraan listrik sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional di sektor energi.

“Terima kasih kepada CSIS yang bersedia datang untuk bisa berbagi banyak hal tentang baterai, EV, dan isu lingkungan yang saat ini membutuhkan kesadaran global, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas tantangan serta peluang pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat riset, inovasi, dan implementasi kebijakan yang mendukung transisi energi berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, memaparkan materi bertajuk “Membangun Dekarbonisasi pada Rantai Pasok Industri Baterai dan EV demi Menjaga Daya Saing dan Komitmen Lingkungan: Studi Kasus Morowali Utara”. Ia menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta keberlanjutan pembangunan.

Sementara itu, Peneliti CSIS Indonesia, Via Azalia Widiyati, menekankan pentingnya pembangunan rantai pasok yang lebih ramah lingkungan dalam industri baterai dan kendaraan listrik nasional. Ia menilai pengembangan hilirisasi sumber daya mineral perlu diimbangi dengan penggunaan energi yang lebih bersih agar industri kendaraan listrik Indonesia mampu bersaing di pasar global sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Melalui seminar ini, para peserta diajak untuk memahami hubungan antara pengembangan industri kendaraan listrik, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing ekonomi nasional. Seminar ini juga diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan yang dapat mendorong lahirnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

Fadiah Nadhilah Irhad